Senin, 21 November 2011

PULAU Berhala memiliki panaroma pantai pasir putih dan batuan vulkanik yang sangat indah dengan lokasi yang sangat dekat dengan daerah penyangga Taman Nasional Berbak. Pulau yang luasnya kurang lebih 10 km persegi ini pada bagian barat mempunyai pantai yang landai dan pada bagian Timur mempunyai tebing-tebing batu karang yang cukup curam. Dalam keadaan laut surut pulau berhala dapat dikelilingi dengan berjalan kaki dalam waktu 6 jam.Pulau ini dihuni oleh 9 Kepala Keluarga yang berasal dari Suku Melayu Riau dengan mata pencarian sebagai nelayan. Seluruh bukit yang mempunyai ketinggian sekitar 2.000 meter. terdapat pada bagian tengah pulau dan disini ditemui dua buah peninggalan sejarah dan budaya, diantaranya Makam Datuk Paduko Berhalo.

Dengan jalan kaki menyusuri bukit melalui jalan setapak + 150 meter akan kita jumpai makam seorang pengembang islam di jambi, bernama Ahmad Salim Yang digelari Datuk Paduko Berhalo. Beliau menukah dengan Putri Raja Jambi, Putri Selaras Pinang Masak yang kemudian hari keduanya memerintah kerajaan Jambi.
Terdapat pula Benteng Peninggalan Jepang pada salah satu bukit di Pulau Berhala ini.

Pulau Berhala

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Letak Astronomis dan Geografis Pulau Berhala Letak Astronomis Terletak pada titik koordinat 104024"20' BT & 0051"00' LS, dengan luas wilayah + 10 Km2 berpenduduk + 51 KK (termasuk Transmigrasi Lokal 2006) Letak Geografis Pulau Berhala sebagai Desa Persiapan dari Kecamataan Singkep, Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau, posisinya disebelah Selatan Pulau Singkep, Jarak antara Desa Persiapan Pulau Berhala ke Ibukota Kecamatan Singkep (Dabo) + 25 mil atau 2 jam pelayaran menggunakan Kapal Motor Pompong (kapal kecil/nelayan) atau kurang lebih 35 menit dengan Speed Boat 200 PK (created by andree..numpang bentar buat tugas imk)
Pulau Berhala adalah sebuah pulau di Jambi, Indonesia. Pulau ini merupakan pulau terluar Indonesia di Selat Malaka, sekitar 48 mil dari Pelabuhan Belawan. Dari segi administratif, pulau ini adalah bagian dari Kecamatan Tanjungberingin, Kabupaten Serdang Bedagai. Luasnya adalah 2,5 km². Berhala memiliki topografi bergunung dengan hutan lebat dan pantai yang putih bersih. Pada awal dan akhir tahun, pantai Pulau Berhala menjadi tempat persinggahan penyu untuk bertelur.
Pulau Berhala cukup unik di lihat dari namanya saja uda memberi kesan tersendiri. Luas pulau berkisar 2,5 Hektar. Kondisi pulau sangat alami dan belum memiliki penduduk. Saat ini pulau di jaga oleh Tentara Nasional Indonesia Angakatan Laut
Disebut pulau berhala krena dulunya memang di berhalakan hingga saat ini..disarankan bagi yang ingin mengunjungi pulau berhala jangan memiliki pikiran NEGATIF serta berbuat atau berucap yang tidak sopan maupun sembarangan merusak alam..
di samping pulau terdapat 2 pulau kecil yaitu yg paling dekat adalah pulau Suko Nenek dan yang agak jauh adalah pulau SUKO DATUK.
Diatas pulau berhala terdapat sebuah mercusuar tua dimana apabila kita berdiri di sana kita dapat melihat sekeliling pulau dari ketinggian
Untuk saat ini pulau berhala masih minim fasilitas sehingga bagi yang ingin berlibur kesana haruslah orang yang tahan terhadap kondisi 'APA ADANYA' dan memiliki jiwa petualang baru bisa menikmati keindahan alami pulau tanpa harus mengeluh dengan tidak adanya fasilitas hotel serta sarana transportasi laut yang kurang nyaman

Cut Mini Theo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Cut Mini Theo
Cut Mini Theo.jpg
Nama lahir Cut Mini Theo
Lahir 30 Desember 1973 (umur 37)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaan aktris
Pasangan Muhamad Safril Sarwono
Orang tua T. Usman Abdullah dan Cut Dermawan
Cut Mini Theo biasa dipanggil Cut Mini (lahir di Jakarta, 30 Desember 1973; umur 37 tahun) adalah seorang pembawa acara, bintang sinetron, dan pemain film.

Cut Mini mengawali kariernya sejak usia 15 tahun menjadi foto model sebuah majalah remaja. Setelah itu putri pasangan alm. T. Usman Abdullah dan Cut Dermawan asal Aceh ini ditawari untuk bermain dalam sinetron "Catatan Si Boy". Nama Cut Mini mulai dikenal saat dirinya menjadi model video klip penyanyi Andre Hehanusa.
Saat dirinya akan menapaki dunia pembawa acara, tawaran datang dari negara tetangga. Selama 9 bulan, Cut Mini di Malaysia dikontrak sebuah rumah produksi yang bekerjasama dengan TV3 untuk berperan di beberapa sinetron yang dibintangi 7 pemain dari 7 negara di antaranya Brunei, India, Singapura, Malaysia, Vietnam.
Sekembalinya ke Indonesia, Cut Mini mulai dekat dengan P Project yang kemudian memopulerkan bahasa melayu versinya. Kedekatannya dengan P Project memberi jalan bagi Cut Mini yang akhirnya ditawari oleh sebuah stasiun televisi membuat acara komedi bertajuk "Sang Prabu". Dalam acara tersebut Cut Mini mendapat peran sebagai orang Melayu. Dari situ pulalah Cut Mini akhirnya mendapatkan image komedian.
Bungsu dari 7 bersaudara ini juga masih aktif sebagai pembawa acara, acara yang pernah dipandunya antara lain, Telkomania dan Berita Selebritis (Betis). Sejumlah sinetron yang pernah dibintanginya yaitu "Kejarlah Daku Kau Kutangkap", "Gara-Gara Inul", "Kiri Istri Kanan Mertua", "Olga", dan "Permata Hati".
Film pertama yang dibintangi lulusan Sastra Jepang ini adalah "Arisan". Dari film tersebut, pemilik postur 165 cm dengan berat 50 kg ini terangkat namanya.

inspirasi

Mamah Dedeh adalah seorang ustadzah yang dikenal lewat acaranya "Mamah dan Aa". Mamah Dedeh mempunyai nama lengkap Dedeh Rosidah Syarifudin dan berasal dari daerah Pasir Angin, Ciamis. Mamah Dedeh dari kecil sudah dibesarkan di lingkungan pesantren. Mamah Dedeh mempunyai hobi melukis dan bercita-cita menjadi pelukis profesional. Hobinya ini tidak didukung oleh ayahnya, K.H. Sujai (Alm) yang juga seorang mubalig. Oleh karena itulah pada tahun 1968 Mamah Dedeh dikirim ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Agama Islam Negeri yang sekarang telah berubah namanya menjadi Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Ciputat. Sejak kuliah Mamah Dedeh sudah aktif mensyiarkan Islam ke kampung-kampung.

Mamah Dedeh

Biografi Mamah Dedeh dari Biografi Web

Menikah Saat Kuliah

Lulus dari SD, Mamah Dedeh meneruskan ke Pendidikan Guru Agama (PGA) dan lulus pada tahun 1968 dan langsung kuliah di IAIN Jakarta. Pada saat kuliah Mamah Dedeh bertemu dengan idaman hatinya yang bernama Drs. H. M. Syarifuddin yang kelak menjadi pendamping hidupnya. Suaminya juga anak dari seorang mubaligh di Jakarta yang bernama KH. Hasan Basri yang masih keturunan dari Guru Mughni. Mamah Dedeh menikah pada tahun 1970 ketika menginjak tahun ke tiga kuliahnya. Mamah Dedeh menikah secara sederhana dan tidak dirayakan.

Setelah menikah, Mamah Dedeh kembali ke kampus untuk meneruskan kuliah dan tetap tinggal di asrama kampus. Seminggu sekali, setiap Sabtu siang, Mamah Dedeh dijemput suaminya untuk pulang ke rumah orangtuanya di Tanah Abang. Tiap kali pulang ke rumah mertuanya, Mamah Dedeh membantu melakukan pekerjaan rumah tangga, termasuk menyiram tanaman, menyapu dan sebagainya. Senin Subuh, barulah aku diantarkan kembali ke asrama.

Pindah Rumah

Menikah sambil kuliah tidak menjadi hambatan bagi mamah dedeh, karena ia menjalaninya dengan senang hati. Empat tahun setelah menikah, yaitu tahun 1974, Mamah Dedeh melahirkan anak pertama. Waktu itu, ia sudah lulus kuliah dan pulang ke rumah mertuanya. Lima tahun kemudian, setelah punya dua anak, Mamah Dedeh pindah ke Depok dan disinilah ia melahirkan dua anak lagi. Karena dulunya terbiasa hidup di kampung dan terbiasa bekerja, mengurus anak-anak tidaklah masalah baginya.

Setelah menikah, selain berdakwah di Ciputat, Mamah Dedeh juga mengajar mengaji di Tanah Abang, mengikuti kegiatan keluarga suami. Setelah pindah ke Depok, semakin luas pergaulannya, dan makin banyak tempatnya berdakwah. Pada tahun 1995 Aktivitas dakwah off air dari kampung ke kampung, kota ke kota dan menjadi narasumber di berbagai kelompok pengajian rupanya menarik perhatian almarhum Benjamin Sueb, pendiri sekaligus pemilik Bens Radio meminta Mamah Dedeh untuk ceramah on air di Bens Radio yang ditayangkan secara LIVE dan akhirnya menjadi penceramah tetap untuk mengisi program "Ngaji" yang diadakan setiap Jumat.

Diundang Menteri

Sejak tahun 1980, Mamah Dedeh yang juga pendakwah beserta teman-temannya mempunya ratusan anak asuh. Mereka membiayai sekolah mereka, mulai dari siswa SD sampai SMA. Salah satu dari anak asuhnya itu ada yang jadi penyiar di Bens Radio milik almarhum Benyamin S. Tahun 1994, kebetulan Benyamin sedang mencari pendakwah perempuan. Anak asuhnya itu menyodorkan nama Mamah Dedeh. Mamah Dedeh juga sering diundang oleh berbagai kalangan, mulai dari kelompok pengajian, gubernur, sampai menteri.

Pada awal Maret 2007, Mamah Dedeh mulai muncul di televisi lewat sebuah program talk show religius di Indosiar. Acara ini diberi nama "Mamah dan Aa"ditayangkan setiap Jumat-Sabtu pada pagi hari.

Senin, 14 November 2011

Idolaku

Mariah Carey


Background information
Born March 27, 1970 (1970-03-27) (age 41)
Huntington, New York, United States
Genres pop, R&B, hip hop, soul, dance
Occupations Singer-songwriter, model, record producer, actress, film producer
Years active 1988–present
Labels Columbia, Virgin, Island
Website mariahcarey.com
Mariah Carey (born March 27, 1970) is an American singer, songwriter, record producer and actress. She made her recording debut with the release of her eponymous studio album in 1990, under the guidance of Columbia Records executive Tommy Mottola, whom she later married in 1993. The album was followed by worldwide commercial success, Music Box (1993) and Merry Christmas (1994), with the former becoming one of the best-selling albums of all time. Both albums established Carey as Columbia's highest-selling act, and eventually the best-selling artist on the decade. During the recording of her subsequent release, Daydream (1996), Carey began to deviate from her pop background, and slowly traversing into R&B and hip-hop. This musical, as well as personal transformation took full form with Butterfly, which she considered her magnum opus, due to the personal themes it touched on.
Carey left Columbia in 2000, and signed a record-breaking $100 million recording contract with Virgin Records. In 2001, Carey ventured into film with Glitter (2001). After being hospitalized for severe exhaustion, and the film's poor reception, Carey's contract was bought out for $50 million, and led to a slump in her career. She signed a multi-million dollar contract deal with Island Records in 2002, and after a relatively unsuccessful period, returned to the top of music with The Emancipation of Mimi (2005). It became the best-selling album by a solo artist globally of that year, spurred by the succss of "We Belong Together", which became the most successful solo single of her music career, and was named the "Song of the Decade" by Billboard. Following Carey's success with The Emancipation of Mimi, she once again ventured into film, and starred in Precious (2009). Her role in the film was met with critical acclaim; she was awarded the "Breakthrough Performance Award" at the Palm Springs International Film Festival, and a NAACP Image Award nomination.
In a career spanning over two decades, Carey has sold more than 200 million records worldwide, making her one of the best-selling music artists of all time. Carey was cited as the world’s best-selling recording artist of the 1990s at the World Music Awards in 1998, and was named the best-selling female artist of the millennium by the same award show in 2000. With the release of "Touch My Body" (2008), Carey gained her eighteenth number one single in the United States, more than any other solo artist. Additionally, she remains the best-selling international artist in Japan, and holds the top four best-selling albums by a non-Asian artist there. Aside from her commercial accomplishments, Carey has won five Grammy Awards, seventeen World Music Awards, eleven American Music Awards and twenty-eight Billboard Music Awards. As part of her artistry, she is often cited as one of the most influential voices in pop music, and is credited for her five-octave vocal range, power, melismatic style and signature use of the whistle register.